Wednesday, October 28, 2009

Malam..


Di pinggiran sebuah hutan, satu keluarga kelinci mulai beranjak tidur. Malam membatasi gerak anak-anak mereka hanya di sekitar lubang yang menjadi rumah mereka. Walau tak berpintu, anak-anak kelinci seperti melihat dinding tebal antara rumah dan dunia luar.

Seekor anak kelinci bertingkah lain dari yang lain. Sesekali, ia menjulurkan kepalanya keluar lubang. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang dianggapnya baru. Tapi, tindakan itu dicegah keras induknya. “Jangan coba-coba lakukan itu lagi, Nak!” teriak sang induk marah.

“Kenapa, Bu?” tanya anak kelinci heran. “Kenapa tak satu kelinci pun yang berani keluar lubang di saat malam?”

Induk kelinci menatap anaknya tajam. “Anakku,” ucapnya kemudian. “Malam sangat berbahaya untuk hewan seperti kita. Ketika malam datang, lubang menjadi tempat yang paling aman buat kita,” jelas sang induk kemudian.

“Bukankah tanah di sekitar sini hanya dihuni para kelinci, Bu?” sergah si anak menawarkan sudut pandang lain.

Induknya tersenyum. “Anakku, justru karena malamlah, kita tidak bisa membedakan mana teman dan mana pemangsa. Sabarlah untuk bergerak sekadarnya, hingga siang benar-benar datang!” ucap sang induk kelinci begitu meyakinkan.
**

Malam dan siang memang bukan sekadar pergerakan sisi bumi yang menjauh dan menghadap ke arah matahari. Ada makna lain dari yang namanya malam. Sesuatu yang menggambarkan suasana gelap, tertutup, curiga, dan ketakutan.

Dalam diri manusia pun punya dua suasana itu: malam dan siang. Malam menunjukkan suasana hati yang picik dan dangkal, dan siang menggambarkan kelapangan dada. Pada hati yang terselimuti malam, orang menjadi mudah curiga, senang dengan yang serba tertutup, sulit memaafkan, bahkan berkecenderungan menjadi pemangsa.

Orang bijak mengatakan, siang adalah di mana kita mampu membedakan antara pohon nangka dengan pohon cempedak. Selama kita tidak bisa menangkap kearifan diri kita pada wajah orang yang kita temui, jam berapa pun itu, hal itu menandakan kalau hari masih malam. (muhammadnuh@eramuslim.com)
Baca selengkapnya...

5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor


Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.

Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.

Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD

Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.

Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting

Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi

Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala

Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.
Baca selengkapnya...

Edelweiss Anaphalis Javanica, Simbol Keabadian

Orang-orang mungkin jarang mendengar mengenai tumbuhan dengan nama latin Anaphalis Javanica. Tapi bagaimana dengan edelweiss? Pasti sudah sering mendengar nama tanaman edelweiss, atau yang sering disebut-sebut sebagai “bunga abadi”. Anaphalis Javanica lebih popular dengan sebutan edelweiss jawa (Edelweiss javanica). Pertama kali melihat tanaman ini, rasanya unik. Bunga nya kecil-kecil, cantik, dan tak pernah layu. Edelweiss merupakan family dari sunflower. Kata edelweiss berasal dari bahasa Jerman “edel” yang berarti mulia, dan “weiss” yang berarti putih.
Anaphalis Javanica merupakan tumbuhan endemic zona alpine/Montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 8 meter, dan memiliki batang sebesar kaki manusia, walaupun pada umumnya tingginya tidak lebh dari 1 meter. Tumbuhan cantik ini sekarang dikategorikan menjadi tumbuhan langka.
Jangan salah, di Eropa pun ternyata ada juga edelweiss. Nama latin nya adalah Leontopodium Alpinum. Edelweiss jawa termasuk tanaman endemic dan langka, berbentuk semak dengan bungan yang berumpun. Sedangkan edelweiss eropa bunganya tidak berumpun. Akan tetapi dua-duanya mempunyai kesamaan yaitu sama-sama cantik.
Leontopodium Alpinum merupakan salah satu tumbuhan gunung eropa yang terkenal. Nama Leontopodium berarti cakar singa yang berasal dari bahasa Yunani “Leon” (berarti singa) dan “podion” (berarti kaki). Daun dan bunganya ditutupi bulu-bulu putih seperti wool. Tangkai bunga edelweiss dapat tumbuh dari ukuran 3-20 cm menjadi 40 cm. Masing-masing bunga terdiri dari 5-6 kepala bunga kuning kecil (5mm), dikelilingi oleh daun-daun muda menjadi bentuk bintang. Bunga ini akan berkembang antara bulan Juli-September. Tumbuhan ini penyebarannya bervariasi, akan tetapi lebih sering dijumpai di daerah berbatu dengan ketinggian 2000-2900 m. Tumbuhan ini tidak beracun, bahkan sering dipakai dalam pengobatan tradional untuk mengobati perut dan pernafasan. Bulu-bulu tebal yang muncul merupakan adaptasi dari ketinggian tempat, dan melindungi tumbuhan dari dingin, kering, dan dari radiasi UV. Karena tumbuhan ini tumbuh di daerah yang sulit dijangkau, maka di beberapa Negara bagian alpen, tumbuhan ini dihubungkan dengan pendakian gunung.

Ternyata ada juga bunga abadi lainnya, dan itu ada di INDONESIA
Jika melakukan travel ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, jangan lupa untuk membeli bunga abadi khas Wamena. Bunga ini diyakini bisa bertahan lama sampai bertahun-tahun seperti bunga edelweiss. Bunga ini banyak ditemukan di pasar Jibama atau di toko-toko suvenir, Wamena. Pengemasannya yang sangat sederhana, hanya dibungkus kertas koran, membuat bunga ini kurang diperhatikan para wisatawan yang berkunjung ke Wamena. Padahal seorang mantan Puteri Indonesia pada saat berkunjung ke Wamena, tahun 2007, cukup hanya membeli setangkai bunga abadi ini sebagai cendera mata khas dari Wamena ke Jakarta.



Baca selengkapnya...

Friday, October 23, 2009

Alhamdulillah, Bapak kita Gamawan Fauzi menjadi Mentri dalam Negri


Bupati Solok dua periode tahun 1995-2000 dan 2005-2010, Gamawan Fauzi SH, MM yang kemudian naik "pangkat" menjadi Gubernur Sumatra Barat 2005-2010, akhirnya bisa meraih cita-cita atau ambisi yang biasa dimiliki seorang pamong praja yakni menjadi Menteri Dalam Negeri masa bakti 2009-2014.

"Saudara Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri ," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Selasa malam ketika mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) ke-2.

Keputusan Kepala Negara itu ternyata tidak meleset dari pernyataan Gamawan Fauzi kepada para wartawan usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Puri Cikeas, Bogor yang dilakukan Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

"Saya diminta membantu di bidang pemerintahan," kata Gamawan yang lahir 9 November tahun 1957 di Sumatera Barat. Ketika lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang ini melontarkan ucapannya itu, maka para wartawan yang berkumpul di rumah Yudhoyono itu langsung sudah mengambil kesimpulan bahwa suami Vita Nova itu bakal menjadi menteri dalam negeri menggantikan posisi Mardiyanto, yang sebelum masuk ke gedung Depdagri juga merupakan seorang gubernur.

Gubernur Sumbar masa bakti 2005-2010 tersebut mengawali kariernya dari staf biasa di Kantor Direktorat Sosial Politik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, juga pernah menjadi sekretaris gubernur di ranah Minang tersebut, kemudian menjadi Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar.

Dia bahkan meraih penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award tahun 2004, karena selama menjadi pejabat ia berhasil menunjukkan kejujuran dan kebersihannya di tengah-tengah " gelombang korupsi" yang selama ini dianggap terbiasa dilakukan para pegawai negeri sipil.

Setelah menjadi pimpinan tertinggi Departemen Dalam Negeri, maka Gamawan memiliki setumpuk tugas selama lima mendatang di bidang pemerintahan yang sangat berat dan mulai bagaimana menyusun rencana induk (grand design) otonomi daerah hingga bagaimana mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih korupsi, karena sampai sekarang saja masih banyak warga yang mengeluhkan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) yang diwarnai pungutan liar hingga meminta dokumen izin mendirikan bangunan atau IMB.

Naiknya pejabat sipil ini ke puncak pimpinan Depdagri ini patut disambut gembira terutama oleh para pamong, karena pada masa lalu posisi Mendagri selalu diisi oleh para jenderal atau purnawirawan ABRI, yang sekarang telah berubah menjadi TNI, terutama TNI-Angkatan Darat.

Sampai sekarang jika orang membayangkan posisi Mendagri, maka yang ada adalah pejabat itu sedang atau pernah memiliki " bintang emas " di bahunya. Orang pasti tidak akan pernah melupakan nama-nama para jenderal seperti Amir Mahmud, Yogie SM, Syarwan Hamid, Hari Sabarno, Muhammad Ma’ruf hingga Mardiyanto.

Saatnya sipil memimpin

Dengan naiknya Gamawan Fauzi yang memiiki tiga anak, yakni Idola Prima Gita, Gina Dwi Fachria, dan Gian Gufran, maka tiba waktunya bagi para pamong sipil untuk menunjukkan bahwa kemampuan mereka sama sekali tidak kalah dengan para perwira tinggi ataupun purnawirawan TNI.

Munculnya pejabat tertinggi berlatar belakang sipil di Depdagri ini diperkirakan tidak bisa lepas dari perubahan yang terjadi secara mendasar selama beberapa tahun terakhir ini .

Dahulu posisi gubernur terutama di provinsi-provinsi penting seperti di pulau Jawa, selalu diisi oleh para perwira tinggi. Para pemilik bintang emas yang pernah memimpin Pemda DKI Jakarta antara lain adalah Ali Sadikin, Tjokropranolo, Suprapto, Surjadi Soedirdja. Kemudian di Jawa Barat , para gubernur dengan latar belakang "tangsi" antara lain adalah Solihin GP dan Aang Kunaefi .

Kemudian di Jawa Tengah , gubernurnya antara lain Ismail, serta Mardiyanto. Di Jawa Timur ada nama Basofi Sudirman serta Imam Utomo. Di NTT, ada nama Ben Mboi, di Kalimantan Barat muncul nama Kadarusno, serta Gatot Suherman di Nusa Tenggara Barat.

Namun sejak reformasi bergaung di tanah air tahun 1998 , peranan para jenderal atau purnawirawan mulai surut, karena peranan dominan mereka mulai digantikan oleh orang-orang sipil, baik yang berlatar belakang pamong praja seperti Gamawan Fauzi serta Fauzi Bowo hingga politisi dari partai politik hingga para pengusaha.

Saat ini hanya tinggal beberapa orang gubernur yang berlatar belakang militer, antara lain Bibit Waluyo di Jawa Tengah serta Abraham Atururi di Papua Barat .

Karena perubahan situasi itulah, maka salah satu pertimbangan Yudhoyono dan Boediono mengangkat Gamawan Fauzi adalah melanjutkan program "sipilisasi" itu di jajaran pemerintahan dalam negeri, apalagi mayoritas jajaran eselon satu kementerian yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Utara itu seperti Sekjen, Dirjen sudah diisi oleh kalangan sipil pula.

Salah satu tugas berat Mendagri selama lima tahun mendatang adalah bagaimana menyusun pola pendirian daerah otonomi daerah atau DOB mulai dari provinsi, kota hingga kabupaten. Sampai sekarang belum ada kebijakan yang jelas dan pasti di Depdagri tentang berapa idealnya jumlah provinsi, kota, dan kabupaten di tanah air.

Ketidakjelasan ini juga ditambah lagi oleh posisi DPR yang berhak mengajukan RUU pembentukan daerah-daerah otonomi baru itu. Ketiadaan pola atau "grand design" pemekaran itu pernah mengakibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam satu kesempatan di Jakarta untuk mengusulkan agar dilakukan merger atau akuisisi terhadap daerah-daerah baru oleh " daerah induknya" yang ternyata tidak bisa menghasilkan apa pun juga, bahkan hanya menghabiskan uang miliaran rupiah.

"Kalau perlu dilakukan merger atau akuisisi," kata Sri Mulyani ketika berbicara di depan sebuah forum yang dihadiri Mendagri Mardiyanto serta para pejabat teras Depdagri saat membicarakan penyusunan " grand design" pemekaran.

Setumpuk pekerjaan telah sampai di depan mata Gamawan Fauzi, dan kini tibalah saatnya bagi para pamong yang menjadi pimpinan Depdagri bahwa mereka memang sudah pantas menggantikan peranan para jenderal di departemen kunci ini.

Para pejabat Sumatera Barat (Sumbar) teriak histris ketika nama Gamawan disebut Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi jadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Para pejabat ini nonton bareng usai melaksanakan rapat koordinasi pembahasan masalah gempa yang terjadi di wilayah Sumbar. Sejenak mereka melupakan masalah gempa

Para pejabat itu ikut nonton bareng siaran televisi yang secara langsung menyiarkan detik-detik pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu II. Pengumuman itu ditunggu oleh mereka, termasuk masyarakat Sumatera Barat.

Suasana meriah menyertai pengumuman menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Gubernuran (Posko Sakorlak PB Sumbar, red). Pekikan takbir pun berkumandang saat nama Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, disebutkan Presiden RI untuk menjadi menteri dalam negeri.

Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, ditetapkan sebagai menteri dalam negeri (Mendagri) oleh Presiden RI Rabu (21/10) pukul 22.00 WIB. "Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak para pejabat. Wali Kota padang, Fauzi Bahar, pejabat pertama yang mengucapkan "Allahu Akbar" ketika mendengar pengumuman itu.

Wakil Gubernur, Marlis Rahman, di Padang, mengatakan, suatu kebanggan bagi kita semua, karena empat orang asal Sumatera Barat di angkat jadi menteri oleh Presiden RI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu malam (21/10), mengumumkan 34 orang menteri kabinet Indonesia Bersatu II. Empat di antaranya adalah putra-putri terbaik asal Sumatra Barat.

Empat orang asal Sumbar yang diangkat jadi Menteri oleh Presiden RI adalah, Gamawan Fauzi sebagai Menteri Dalam Negeri, Tifakul Sembiring dipercaya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Patrialis Akbar, Menteri Hukum dan HAM. Serta Linda Agung Gumelar sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menurutnya, Gamawan Fauzi akan mampu melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Mendagri. Gamawan dinilainya mengetahui dan memahami betul peran dan tugas seorang menteri dalam negeri.

Tempat terpisah, Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, juga sangat senang Gamawan Fauzi dipilih jadi Menteri Dalam Negri oleh Presiden RI. "Pak Gamawan tidak hanya seorang pamong berpengalaman, tapi juga memiliki pengalaman yang cukup baik di bidang pemerintahan," kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, Rabu malam (21/10).

Dia menambahkan, sosok Pak Gamawan Fauzi yang dikenal bersih dan sebagai salah satu pioner dalam pemberantasan korupsi.

Baca selengkapnya...

Wednesday, October 21, 2009

Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi Internet


Kepahlawanan Imam Bonjol digugat oleh sekelompok orang di dunia maya. Melalui sebuah seruan petisi di internet sang pembuat membuat tuduhan-tuduhan kepada sang pahlawan sekaligus Mujahid Asy Syahid (insya Allah) Imam Bonjol allahuyarham. Surat petisi yang ditujukan kepada pemerintah Republik Indonesia ini mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia segera membatalkan pengangkatan Tuanku Imam Bonjol sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan, dan meluruskan sejarah Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, sejarah tanah Sumatra, dan sejarah Republik Indonesia.

Tuanku Imam Bonjol, yang diangkat sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 Nopember 1973, difitnah telah berkhianat pada Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, membantai keluarga kerajaan, memimpin invasi ke Tanah Batak yang menewaskan lebih satu juta jiwa, menyerang Kerajaan Batak Bakkara dan menewaskan Sisingamangaraja X, bertanggung-jawab atas masuknya Kerajaan Belanda di tanah Sumatera Utara dan Minangkabau.

Di dalam petisi itu juga dihubung-hubungkan latar belakang Tuanku Imam Bonjol yang dianggap memiliki kaitan dengan gerakan Wahabi di Arab Saudi dan Taliban di Pakistan.

Menurut laporan, petisi ini dibuat dan ditulis oleh seorang bernama Mudy Situmorang yang menuliskan alamat email mudy_s@yahoo.com Selengkapnya, petisi ini berlamat di link site berikut http://www.petitiononline.com/bonjol/petition.html

Hingga berita ini diturunkan, petisi ini telah ditandatangani 100 netter. Penandatangan petisi ini bisa dilihat di link site berikut ini http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?bonjol&51 dan http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?bonjol&1

Konon, jika sudah sampai 500, petisi itu akan diserahkan kepada pemerintah RI.

Sebetulnya, petisi ini sudah lama di-launching. Hasil penelusuran Muslimdaily, tercatat rekam jejak upaya penggalangan dukungan petisi yang diajukan oleh Mudy Situmorang sejak tahun 2007. Namun, hingga saat ini pemerintah RI terlihat belum mengupayakan langkah-langkah strategis untuk menangkap sang provokator. Sebagaimana diketahui, berdasarkan pelacakan tim Muslimdaily, Mudy Situmorang, pemuda asal Samosir, pernah tercatat beralamat di PT Abdi Sabda Nusantara, Jl Cikini Raya 58 HH- Jakarta.


Berikut kutipan fitnah-fitnah yang dikemukakan di dalam petisi itu:

1. Tuanku Imam Bonjol adalah salah satu panglima utama Gerakan Wahabbi Paderi (1801 - 1838) dibawah Tuanku Nan Renceh, dan kemudian menjadi pimpinan Gerakan Wahabbi Paderi. Gerakan ini memiliki aliran yang sama dengan Taliban dan Al-Qaeda, yaitu Wahabbi ekstrim.
2. Gerakan Wahabbi Paderi melakukan pemberontakan bersenjata (1803 - 1838) pada Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, dan melakukan pembantaian kejam atas Sultan Arifin Muning Alam Syah beserta keluarga dan pembesar Kerajaan dalam perundingan damai pada 1908 di Tanah Datar.
3. Gerakan Wahabbi Paderi memaksa Pemerintah Kerajaan Minangkabau di pembuangan, dibawah Sultan Alam Bagagarsyah (lolos dari pembantaian Paderi 1908) untuk melibatkan Kerajaan Belanda, yang berujung pada aneksasi Minangkabau kedalam Hindia Belanda (10 Februari 1821).
4. Tuanku Imam Bonjol memperoleh kewenangan dari Tuanku Nan Renceh untuk memimpin Benteng Bonjol (1808) atas jasanya dalam serangan ke pusat Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung di Tanah Datar. Tuanku Imam Bonjol mendapat mandat untuk menyerang dan menguasai wilayah Utara Minangkabau.
5. Tuanku Imam Bonjol adalah pimpinan Gerakan Wahabbi Paderi yang melakukan invasi ke Tanah Batak (1815 - 1820).
6. Invasi ke Tanah Batak menewaskan jutaan orang akibat perang, penjarahan, kelaparan, dan wabah kolera yang timbul sebagai dampak invasi. Invasi diwarnai penjarahan, penculikan, pemerkosaan, perbudakan, dan pembantaian. Invasi menewaskan Sisingamangaraja X, Raja Bakkara (1819), melemahkan kerajaan tersebut dalam perang di kemudian hari melawan invasi Kerajaan Belanda.

FITNAH LAMA

Pernah tercatat, Majalah Tempo edisi 34/XXXVI/15-21 Oktober 2007, misalnya, menurunkan laporan khusus mengenai kontroversi kebrutalan Kaum Paderi yang terjadi dalam perang di dataran tinggi Minangkabau (1803-1837). Laporan itu dipicu oleh dipublikasikannya kembali buku Mangaraja Onggang Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833 (Yogyakarta: LKiS, 2006) (pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Tandjung Pengharapan, Djakarta, [1964]) dan satu buku lain karangan Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (: Komunitas Bambu, 2007). Ketiganya terkenal sebagai penerbit kaum pengusung liberalisme agama.

Dalam buku itu, dan merujuk laporan Tempo di atas, diceritakan kembali kekejaman dan kebrutalan yang telah dilakukan Kaum Paderi waktu mereka melakukan invasi ke Tanah Batak. Kedua penulis, yang kebetulan berasal dari Tanah Batak, menceritakan penderitaan nenek moyang mereka selama serangan pasukan Paderi antara 1816-1833 di Tanah Batak yang dipimpin oleh komandan-komandan Paderi seperti Tuanku Rao, Tuanku Lelo, Tuanku Asahan, dll.

Dalam kedua buku itu dikatakan pula bahwa Kaum Paderi mengembangkan gerakan Wahabi di Sumatera setelah tiga pendirinya, Haji Miskin, Haji Sumaniak, dan Haji Piobang terpengaruh oleh gerakan itu sewaktu mereka berada di Tanah Arab dan kembali ke Minangkabau tahun 1803.

Menanggap kedua buku “sesat” itu, pengurus Lembaga Adat Melayu Riau, Prof. Dr. Suwardi. MS, pernah berujar dalam makalahnya yang disampaikan pada Seminar yang bertajuk Sejarah Perang Paderi 1803-1838 di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (22/1/08), merekomendasikan masyarakat Melayu Riau untuk menentang peredaran kedua buku tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta “kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan menindak para pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam seminar yang terselenggara antara Arsip Nasional Republik Indonesia dengan Gebu Minang dan Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum Adat itu, hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Dr. Taufik Abdullah, Prof. Dr. Amir Syarifuddin, Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, Prof. Dr. Asmaniar Idris, M.Pd, Ilhamdi Taufik, SH, MA, H. Bisma Siregar, SH, Batara Hutagalung, dan Dr Syafnir Aboe Naim.
Baca selengkapnya...

Negara Facebook Menguasai Dunia


Bahkan Google pun tak akan sanggup melacak Facebook. Itulah yang sedang dicanangkan oleh Mark Zuckerberg—pendiri Facebook. Seperti kita ketahui, Google adalah mesin pencari paling populer di internet saat ini, dan untuk menemukan segala hal di dunia maya, maka Google menjadi solusi utamanya.

Namun, oleh Zuckerberg yang seorang Yahudi, hal itu sedang diusahakan tak akan terjadi di Facebook. Artinya, Google tak akan bisa mengakses daleman Facebook. Zuckerberg tengah membangun sebuah megaproyek: menjadikan Facebook sebagai internet itu sendiri.

Kepopuleran Facebook tampaknya sekarang sudah melindas semua situs sejenis, seperti Twitter, My Space, Friendster (oh, masih ada ya?), dan sebagainya.

Untuk semakin membuatnya dominan di dunia maya, Zuckerberg telah berkerjasama dengan FriendFeed yang diyakini akan semakin melebar-luaskan Facebook yang saat ini mempunyai “umat” sekitar 250 juta orang di seluruh dunia.

Tujuan dari Zuckerberg sudah terlihat begitu jelas, bahwa Facebook akan bisa mengontrol jalan pikiran setiap orang pemakainya. Bayangkan, jika semua pengguna menggunakan internet memiliki akun di Facebook, maka dunia pun akan semakin mudah digenggam.

Tanda-tanda Facebook menjadi gurita dan menjadi “one man show” di internet sudah semakin jelas. Tahun ini, seperti dikutip dari Reuters, keuntungan Facebook mencapai 500 juta Dolar Amerika. Bahkan, menurut Marc Andreessen, salah satu pemilik saham Facebook, tidak lama lagi keuntungannya akan menyentuh angka milyaran dolar. Pendapatan ini tak hanya diraup dari keuntungan iklan, melainkan juga dari koneksi yang dibuat oleh situs-situs lain. Saat ini, jaringan koneksi Facebook telah mencapai 10.000 situs.

Dengan pengguna sekitar 200 juta jiwa, situs semacam ini bahkan bisa saja mendirikan negara online. Tahun lalu Zuckerberg berhasil menempati posisi teratas dalam jajaran pengusaha terkaya paling muda versi Forbes. Perusahaannya bahkan bisa bertahan, dan meningkatkan pendapatannya di saat krisis finansial melanda dunia. Dalam krisis finansial beberapa waktu lalu, nilai penjualan Facebook mencapai 300 juta Dolar Amerika. Tahun ini, dengan jumlah karyawan mencapai 1000 orang, nilai penjualan Facebook pada tutup tahun 2009 nanti diperkirakan mencapai 500 juta Dolar Amerika atau setara dengan Rp. 5 Trilyun!

Satu hal yang harap dicatat, bagi kita kaum Muslim adalah jangan sampai kita menjadi sesuatu yang idle dalam berinteaksi di internet, menyatakan bahkan hal kecil yang kita alami dan rasakan, sementara “tangan-tangan besar” yang tak terlihat sedang mempersiapkan skenario terhadap dunia Islam. (sa/reuters/guardian/eramuslim)
Baca selengkapnya...

Panjat Pinang ternyata Warisan Penjajah


Setiap acara peringatan 17 Agustus di negara kita pasti selalu ada diadakan perlombaan panjat pinang . Dengan dalih ingin menghargai perjuangan para pahlawan dari prosesi panjat pinang tersebut, sebenarnya kita tau ga sih sejarah permainan tersebut?. Ada sisi kelam dari sejarah panjat pinang di Indonesia ini. Jika kamu pernah nonton SInetron Para Pencari Tuhan karya Deddy Mizwar, ada satu adegan dimana, salah seorang tokoh ingin mengadakan acara Agustusan, ada yang mengusulkan Panjat Pinang, tapi di tolak mentah mentah dengan alasan, Panjat Pinang sebenarnya adalah hiburan orang orang Belanda ketika menjajah Bangsa Indonesia.

Lomba panjat pinang dalam rangka HUT ke-64 Kemerdekaan RI yang digelar di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta, Senin, dimeriahkan oleh warga asing yang kebetulan menginap di hotel yang berada di lokasi wisata tersebut.

Dalam acara yang sudah menjadi tradisi tersebut, panitia menyediakan sebanyak 264 pohon pinang dan menyediakan berbagai hadiah, di antaranya sepeda. Enam di antara pohon tersebut tidak dilumuri oli dan dipanjat oleh warga asing asal Australia dan Selandia Baru, namun hanya satu pohon yang berhasil ditaklukkan oleh mereka.

Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menyambut perayaan HUT ke-64 Kemerdekaan RI, Ancol mengadakan "Pesta Manusia Merdeka" untuk menggugah semangat nasionalisme.

"Kami berharap melalui rangkaian Pesta Manusia Merdeka inilah, semangat maupun kebanggaan menjadi warga negara Indonesia akan tergugah," ujar Budi Karya. Keikutsertaan ekspatriat dalam atraksi panjat pinang diharapkan bisa menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati antara seluruh umat manusia.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang membuka acara panjat pinang mengatakan atraksi merayakan HUT ke 64 Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan adalah milik semua orang.

"Dengan panjat pinang diharapkan akan terjalin rasa persaudaraan dan kebersamaan," kata Fauzi yang dalam kesempatan itu juga mengajak warga untuk Jakarta untuk memerangi terorisme. "Jangan ada rasa takut dengan teroris, mari kita lawan," kata Fauzi sampai menambahkan selain memerangi terorisme, warga juga harus memerangi kemiskinan. (Ant)

Sejarah
Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain.yang mengikuti lomba ini adalah orang-orang pribumi. Hadiah yang diperebutkan biasanya bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja, maklum karena dikalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah. sementara orang pribumi bersusah payah untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda menonton sambil tertawa. tata cara permainan ini belum berubah sejak dulu.

Pro kontra
Memang terjadi pro dan kontra mengenai perlombaan yang satu ini. satu pihak berpendapat bahwa sebaiknya perlombaan ini dihentikan karena dianggap mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pihak lain berpikir ada nilai luhur dalam perlombaan ini seperti: kerja keras, pantang menyerah, kerja kelompok/ gotong royong. (dakta)


Baca selengkapnya...
 

Alumni MAN 2/ MAKN PAYAKUMBUH Official Website Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Hannan Putra Sponsored by Han Islamic Studio